Siapakah Kami ?

Gerakan sosial dan gerakan politik menjadi dua hal yang berbeda saat ini, masyarakat memandang negative dan menimbulkan apatisme khususnya terhadap gerakan politik. Padahal, perubahan sosial butuh tokoh-tokoh yang “BAIK” sebagai pembuat kebijakan. Tokoh-tokoh tersebut harus berada di wilayah politik (eksekutif maupun legislative) sehingga pencapaian yang diharapkan melalui gerakan sosial bisa berjalan efektif.

TurunTangan percaya bahwa pemimpin yang baik tidak muncul begitu saja. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dilahirkan melalui rekam jejak yang baik dan punya dampak sosial kepada masyarakat. Semangat kolaborasi antara gerakan sosial dan gerakan politik menjadi penggerak utama dari TurunTangan. Selain gerakan-gerakan sosial yang menyelesaikan masalah, TurunTangan juga melakukan edukasi politik mengenai peran-peran penting warga negara dalam setiap elemen berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, TurunTangan mendorong setiap orang untuk memiliki kemampuan menjadi pemimpin dengan membuat gerakan sosial yang menyelesaikan masalah di sekitarnya dan pada akhirnya nanti menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

Mengapa Harus Turun Tangan ?

Setidaknya ada dua alasan kenapa anak-anak muda harus ikut Gerakan Turun Tangan. 

Pertama, masalah-masalah di negara sebesar Indonesia tidak mungkin diserahkan hanya kepada satu orang walaupun dia seorang presiden sehingga harus menggerakkan banyak orang untuk bisa menyelesaikan masalah yang begitu banyak di negara Indonesia. 

Kedua, landasannya adalah bahwa ketika bangsa ini didirikan oleh para pendiri bangsa. Pada saat itu, mereka mendirikan bangsa dan berjanji untuk menyejahterakan, mencerdaskan, membawa mereka dalam percaturan dunia. Orang-orang yang mengalami zaman merdeka itu ebagian sudah dilunasi janji mereka. Ada yang sudah sekolah dengan baik; dengan sekolah itu, mereka sejahtera dan sebagainya.

Mereka-mereka yang sudah terlunasi janji kemerdekaannya itu bisa diajak turut serta untuk turut menyelesaikan masalah-masalah yang ada di bangsa ini. Tidak hanya oleh presiden, menteri, dan kepala daerah, tetapi mereka-mereka juga turut serta.