Gerakan TurunTangan untuk Banjir Jabodetabek

Turun Tangan

31 Jan 2020

Jakarta, 3 Januari 2019 - Relawan TurunTangan beranjak pagi hari pukul 10:00 WIB meninggalkan ruangan nyaman yang mereka gunakan untuk rapat menuju lokasi banjir di RT 17 Pejaten Timur, Pasar Minggu. Hanya berbekal empat motor, relawan TurunTangan bergantian antar-jemput 3 relawan yang tidak kebagian motor dari Rumah Relawan TurunTangan ke Pejaten Timur. Walau membawa banyak barang bantuan untuk penyintas banjir di sana, relawan tidak mengeluh jika hanya ada motor yang mengantar mereka.

Lokasi banjir terlihat kacau dengan lumpur yang masih merendam pemukiman warga. Belum terlihat adanya Posko Peduli Banjir yang digelar di daerah ini, tetap membuat warga dan petugas Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PSPU) gotong royong membersihkan jalanan dari sampah yang lengkap ditutupi lumpur tebal.

Beberapa warga bercerita sudah terkena basah dari hari kemarin karena bersih-bersih di tengah banjir. Selain tubuhnya yang basah, juga dipenuhi dengan lumpur dan kekurangan alat mandi untuk membersihkan tubuh.

Relawan TurunTangan dengan sigap membuka Posko Hangat di rumah Pak RT setempat. Menggelar kompor yang dibawa dan langsung disambungkan ke gas untuk segera memasak  air untuk minuman panas. Alat medis dan obat-obatannya juga siap digelar di meja yang dilengkapi dengan tempat duduk untuk relawan medis dan warga yang mempunyai keluhan.

Relawan langsung membagi tugas, ada yang membuat minuman hangat, dan menjadi tim medis. Tim medis yang sudah dibekali, segera bergegas mengepak tas medis diisi dengan obat-obatan. Lalu, mereka berkeliling door-to-door menemui warga penyintas banjir. Tidak banyak yang masih berada dalam ruangan aman, banyak juga ibu-ibu dengan anaknya yang hanya menggelar tikar di pinggiran jalan yang sudah sedikit kering. Tim medis dengan sabar memeriksa keadaan ibu-ibu dan menanyakan dengan detil kondisi anak-anaknya. Tim medis dibagi tugas. Ada yang memberikan obat, ada yang memeriksa, dan ada yang memegangi air mineral untuk minum obat.

Macam-macam penyakit yang diderita warga, kebanyakan diderita oleh anak-anak. Akibat bermain air saat banjir, ada anak yang menderita gatal-gatal dan demam hingga 38°C. Ada juga anak-anak yang kedinginan akibat kurangnya selimut dan alas tidur mengakibatkan muntah-muntah. Tim medis memberi obat-obat botol sesuai dengan penyakit yang diderita anak-anak tersebut.

Setelah tim medis selesai berkeliling melayani kesehatan warga, tim Posko Hangat menghangatkan para warga dengan minuman-minuman hangat yang dibuat sesuai permintaan. Relawan lelaki dengan lincah berkeliling-keliling menghampiri para pekerja yang bergotong royong menanyakan minuman apa yang diinginkan. Lalu menyampaikan ke Posko Hangat dan langsung dibuatkan. Diantarkan kembali pada para pekerja. Tidak jarang juga yang langsung menghampiri Posko Hangat untuk meminta langsung minuman yang diinginkan sambil tak henti berterima kasih.

Posko Hangat juga didatangi oleh anak-anak yang meminta obat gatal yang dideritanya dan diolesi oleh relawan TurunTangan. Berbagai keluhan dilontarkan pada warga menandakan bahwa Pejaten Timur belum baik-baik saja. Di akhir bertugasnya relawan TurunTangan, truk yang membawa air bersih tiba. Tim Relawan berpamitan dengan warga dan menggelar rapat kembali untuk rencana selanjutnya. (Muti)