TurunTangan Goes to Malaysia

Turun Tangan

05 Feb 2020

Jumat, 31 Januari 2020 komunitas TurunTangan mengunjungi kantor Institute Darul Ehsan (IDE) Selangor, Malaysia. Direktur Eksekutif baru TurunTangan, Raka Pramudito dan relawan TurunTangan Palu Inggrit Setiawati berkesempatan mewakili TurunTangan untuk melakukan site visit di sana. Hal ini adalah salah satu upaya dari TurunTangan untuk memperkenalkan TurunTangan ke kancah Internasional dengan menjalin kerjasama dengan IDE.

IDE adalah wadah riset dan keilmuan di Malaysia. IDE melaksanakan strategi Analisis, Respon, Pencerahan dan Pencerdasan (AR2P). Langkah yang mereka lakukan melalui program penelitian, diskusi, seminar, publikasi melalui laporan, buletin, dan buku.

TurunTangan sebagai gerakan kepemudaan di Indonesia yang tersebar kurang lebih 60 kota/kabupaten yang ada sejak tahun 2013. TurunTangan hadir sebagai inkubator kepemimpinan melalui gerakan kerelawanan. Tercatat lebih dari 53.000 relawan memilih terlibat melalui TurunTangan.

Disana TurunTangan melakukan diskusi dengan IDE. Mereka bertukar gagasan dan ide mengenai kerjasama antar dua negara Indonesia dan Malaysia yang notabene masih satu rumpun melayu.  Raka berkata, “Melalui diskusi yang kita lakukan, Indonesia dan Malaysia bisa berkolaborasi untuk mewujudkan budaya damai. Teman-teman dari Malaysia bangga dengan Indonesia yang mempunyai lebih dari 700 bahasa lokal tapi mempunyai bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia.” Hal tersebut membuat gagasan mereka untuk melakukan kerjasama terkait untuk menyatukan dua budaya yang damai melalui Forum Group Discussion (FGD) tingkat ASEAN di Malaysia mengundang negara-negara di Asia Tenggara.

Setelah diskusi berakhir, pihak TurunTangan diajak berkeliling di kantor IDE Selangor. Disana terdapat tempat kerja yang rapi dan fasilitas yang lengkap seperti studio, aula, perpustakaan dengan buku untuk menunjang kinerja riset mereka. Ada pula rooftop untuk mengundang sastrawan berpuisi dan mengundang masyarakat umum untuk bergabung.

Raka berharap TurunTangan dan IDE bisa terus melakukan kerjasama. “Kami punya kesamaan tujuan untuk bangsa serumpun ini bisa menyatukan budaya damai dan melakukan kerjasama untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Raka. (Ayu)