Macam-macam metode Test Covid-19 di Indonesia

Turun Tangan

10 May 2020

Oleh : Nandita

Kasus Covid-19 semakin banyak dan terus bertambah dari hari ke hari. Dilangsir dari Kemenkes RI, update per 10 Mei 2020, pukul 16.00 WIB jumlah kasus Covid-19 di Indonesia adalah 14.032 kasus dan 973 kasus meninggal dunia. Untuk mengetahui seseorang menderita Covid-19 atau tidak, diperlukan tes pemeriksaan. Apa saja metode tes deteksi Covid-19 di Indonesia? Artikel ini akan membahas apa saja macam-macam tes untuk mendeteksi Covid-19.

Polynerase Chain Reaction (PCR) Test

Untuk memeriksa kondisi pasien positif Covid-19, tenaga medis menggunakan metode pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Metode PCR dilakukan oleh para petugas kesehatan dengan menyeka bagian hidung atau belakang tenggorokan menggunakan swab berupa benda panjang yang dimasukaan ke dalam hidung dan tenggorokan. Hal ini sebagai upaya untuk mengambil sampel air liur, atau mengumpulkan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah.

Pemeriksaan PCR membutuhkan waktu lebih lama untuk memperoleh hasil karena hanya dapat dilakukan di laboratorium yang sudah ditunjuk pemerintah. Hasilnya, akan didapat positive control dengan gambaran kurva sigmoid, sedangkan negative control tidak terbentuk kurva (mendatar saja). Terdapat empat tahap yakni, pengambilan spesimen atau swab, pengiriman spesimen ke laboratorium litbangkes, pemeriksaan spesimen untuk mendeteksi virus dan pelaporan hasil pemeriksaan.

Swab yang digunakan berbahan khusus dengan batang dari plastik yang kemudian dibungkus dan diberi label agar tidak tertukar dengan spesimen lainnya. Kemudian hasil spesimen dikirim ke laboratorium Litbangkes. Sampel spesimen swab hanya memiliki waktu pengiriman 72 jam dengan ketetapan suhu sekitar 1,5 - 4,5 derajat celcius. Pada proses pengiriman, spesimen di simpan dalam cooler box untuk menjaga suhunya tetap pada dua sampai delapan derajat selsius. Ketika dikirim ke laboratorium, spesimen juga diberi carian antibiotik dan antifungi agar tidak tercemar bakteri maupun jamur.

Penerimaan spesimen pun tidak hanya satu spesimen saja namun minimal 3 spesimen dari 1 pasien. Hal tersebut dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan, apakah status pasien masih positif atau sudah negatif selama 3 hari berturut-turut.

Saat ini, sudah ada 89 laboratorium yang telah tersebar di seluruh Indonesia dan disetujui pemerintah guna menguji spesimen melalui PCR Test. Sebanyak 48 diantaranya merupakan laboratorium yang tersebar di rumah sakit-rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia, sebanyak 15 laboratorium milik perguruan tinggi di seluruh Indonesia, Sedangkan 18 laboratorium adalah jejaring laboratorium yang ada di bawah Kementerian Kesehatan, dan lima laboratorium lainnya adalah jejaring laboratorium kesehatan di daerah. Kemudian, tiga laboratorium berada di bawah balai veteriner di bawah Direktorat Peternakan.

Rapid Test

Jika metode PCR dilakukan dengan mengambil lendir pada tubuh seseorang, berbeda dengan rapid test dimana prosesnya menggunakan sampel darah untuk menguji apakah seseorang positif COVID-19 atau tidak. Rapid test bekerja dengan mendeteksi immunoglobulin. Dalam hal ini, seseorang yang terinfeksi akan membentuk antibodi yang disebut immunoglobulin yang tentunya bisa dideteksi di darah.

Hasil rapid test dapat keluar hanya dalam waktu 15-20 menit dan bisa dilakukan dimana saja. Namun, kelemahan rapid test adalah bisa menghasilkan 'false negative' yakni ketika hasil tes tampak negatif meski sebenarnya positif. Ini terjadi jika rapid test dilakukan kurang dari 7 hari setelah terinfeksi. Apabila hal tersebut terjadi maka dibutuhkan tes PCR agar hasil test dapat valid.

TCM (Tes Cepat Molekuler)

Tes jenis ini biasa digunakan untuk pasien dengan penyakit tuberkolosis (TB). Metode TCM, pemeriksaannua akan menggunakan antigen. Lebih lanjut, pemeriksaan pada TCM dilakukan dengan menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge. Tes ini akan mengidentifikasi RNA pada virus corona pada mesin yang menggunakan cartridge khusus yang bisa mendeteksi virus corona. Hasil tes TCM ini dapat diketahui dalam waktu kurang dari dua jam, untuk menentukan pasien positif maupun negatif. Nantinya tes pemeriksaan ini tidak perlu melakukan pemeriksaan spesimen ke laboratorium seperti PCR.

Sumber :

https://covid19.go.id/p/berita/sebanyak-89-laboratorium-aktif-periksa-covid-19

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200211133204-20-473580/4-tahap-kemenkes-deteksi-virus-corona-sesuai-pedoman-who

https://www.google.com/amp/s/www.idntimes.com/news/indonesia/amp/dini-suciatiningrum/begini-prosedur-pemeriksaan-spesimen-virus-corona-di-litbangkes