Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Ditengah Pendemi Covid-19

Turun Tangan

28 May 2020

Oleh: Yogi Prastia

Situasi Tanggap Darurat dalam penanggulangan wabah COVID-19 melibatkan anjuran pembatasan sosial atau social distancing dengan cara bekerja, belajar, dan beribadah di rumah, serta pemberlakukan karantina bagi mereka yang terdampak COVID-19. Berdasarkan penelitian ilmiah dari the Lancet, pengalaman karantina dapat memberikan dampak psikologis yang signifikan, termasuk bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang dalam Pemantauan (ODP), yaitu post-traumatic stress symptoms termasuk di dalamnya kecemasan, kebingungan, dan kemarahan. Sumber stress ini sendiri disebabkan oleh durasi karantina, ketakutan atas infeksi, bosan, persediaan kebutuhan yang tidak cukup, informasi tidak cukup, atau kerugian finansial dan stigma.

Dalam konteks ini, Psikologi memandang social distancing sebagai physical distancing atau berjarak secara fisik ketika berinteraksi sosial. Koneksi atau kontak sosial dapat terjalin dengan baik dan efektif melalui berbagai media, sekalipun berjarak fisik. Pemberi bantuan psikologis dapat mengurangi dampak buruk ini dengan cara menjaga tingkat stress tetap stabil maupun mencegah dampak psikologis jangka panjang. Namun, kita juga dapat untuk menjaga kualitas Kesehatan mental diri sendiri dengan menerapkan hal-hal sebagai berikut untuk menjaga kesehatan mental di tengah pandemik:

1.      Manjakan Diri

Dikutip dari laman Centers for Disease Control Prevention (CDC) Amerika Serikat, langkah terbaik untuk menjaga kesehatan jiwa adalah melakukan kegiatan yang membuat tubuh dan pikiran nyaman. Hal ini penting, terutama bagi mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Contoh kegiatannya seperti menonton film, membaca buku, mendengarkan musik, dan mengakses konten positif di media sosial. Sebaiknya hindari juga melihat konten yang berhubungan dengan pandemik corona supaya tidak menjadi semakin stres.

2.      Bijak Menyikapi Informasi

Salah satu pemicu stres adalah kondisi yang penuh ketidakpastian. Di era perkembangan teknologi, kondisi ini lebih sering muncul dari penyebaran informasi yang terlalu banyak dan beragam. Melansir dari psychologytoday.com, di tengah arus informasi tentang Covid-19 yang terus berkembang, penting untuk terus memperbarui sumber berita terpercaya dan akurat. Dengan begitu, kamu tidak perlu repot-repot melakukan pengecekan fakta atau membaca banyak berita.

3.       Perbanyak Komunikasi dengan Keluarga

Bagi sebagian orang yang tinggal sendirian, melakukan social distancing dapat membuat perasaan kesepian berlebihan. Untuk mencegah hal ini terjadi, CDC menganjurkan agar orang tersebut tetap menjaga komunikasi jarak jauh dengan orang lain. Cobalah mengungkapkan perasaan dan kekhawatiran perihal pandemi yang tengah dihadapi bersama orang-orang tertentu yang paling dipercaya, seperti keluarga, kekasih, atau sahabat. Bagi keluarga yang mengisolasi diri dalam satu tempat tinggal, upayakan komunikasi tetap terjaga, luangkan waktu untuk berbicara tentang pandemi corona dan meyakinkan bahwa kondisi mereka aman.

4.      Jaga Kesehatan

Mentalhealth.org menulis, melindungi kesehatan mental juga dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan tubuh. Keduanya saling mempengaruhi satu sama lain. Walau berada di rumah, tetap ingat untuk selalu mencuci tangan. Gunakan sabun dan air mengalir, sambil menyanyikan lagu Selamat Tahun untuk memastikan cuci tangan dilakukan selama 20 detik. Terapkan kebiasaan menjaga kebersihan tubuh dengan mandi dua kali dalam satu hari. Jika memungkinkan, semprotkan cairan disinfektan pada benda-benda di rumah yang permukannya paling sering disentuh.

Nah, di tengah pendemi covid-19 ini, tentunya kita semua harus sadar akan kesehatan mental masing-masing. Tapi jika kamu membutuhkan teman berkeluh kesah atau sekadar bercerita seputar COVID-19, jangan sungkan untuk menghubungi fasilitas konseling gratis di SapaKamu dengan menghubungi nomer 085156947915. Semoga teman-teman selama #dirumahaja selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan dijauhi dari berbagai macam penyakit, #staysafe dan #stayhealthy.

Sumber:

https://katadata.co.id/infografik/2020/03/24/cegah-penyebaran-covid-19-antara-social-distancing-atau-lockdown

https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus/cara-melindungi-kesehatan-mental-keluarga-selama-covid-19

https://baznas.go.id/pendistribusian/kesehatan/2181-rumah-sehat-baznas-yogyakarta-telah-dilaksanakan-penyuluhan-menjaga-kesehatan-mental-di-tengah-pandemi-covid-19