QnA Seputar Pandemi COVID 19

Turun Tangan

03 Jun 2020

Oleh : Andi Muhammad Al-Fayed

Q : Apa itu virus corona baru dan COVID-19?

A : Virus corona baru atau novel coronavirus (nCoV) adalah jenis virus corona baru yang menimbulkan penyakit yang bernama COVID-19. Sebelum dikenal sebagai COVID-19, penyakitnya dikenal sebagai virus corona baru 2019 atau 2019-nCoV.

Virus corona baru adalah virus baru, tapi mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa biasa

Q : Bagaimana virus corona baru menyebar?

A : Virus dapat berpindah secara langsung melalui droplet atau tetesan air yang terbawa dari percikan batuk yang kemudian terhirup orang sehat. Virus juga dapat menyebar secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan yang tercemar virus.

Jika tangan tercemar percikan, virus dapat menyebar melalui sentuhan antar-orang, karena itu penting untuk sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta sementara waktu, menghindari bersalaman atau saling mencium pipi.

Q : Berapa lama virus ini bertahan di atas permukaan benda?

A : Belum dipastikan berapa lama virus penyebab COVID-19 bertahan di atas permukaan benda, tetapi merunut dari informasi awal tentang virus penyebab penyakit COVID-19, terindikasikan virus dapat bertahan di permukaan benda antara beberapa jam hingga beberapa hari. Lamanya virus bertahan mungkin dipengaruhi kondisi-kondisi yang berbeda (seperti jenis permukaan, suhu atau kelembaban lingkungan).

sumber: WHO

Q : Siapa yang berisiko mengalami sakit serius akibat virus corona (COVID-19)?

A : Para ahli masih mempelajari dampak COVID-19 terhadap manusia, tetapi sejauh ini lansia dan orang-orang yang sudah memiliki masalah kesehatan (seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau diabetes) terindikasi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjangkit.

sumber: WHO

Q : Gimana cara tetap aman saat berada di luar rumah?

A : Cara termudah agar tetap aman adalah dengan menerapkan protokol kesehatan selama berada di luar rumah. Caranya dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia bisa pakai cairan pembersih tangan berbahan alkohol (min 60%).  

Sementara ini, sebisa mungkin jauhi orang yang menunjukkan gejala sakit dan menjaga jarak dengan siapapun dan dimanapun. Jangan bersalaman dengan orang lain atau saling menyentuh muka tapi gunakan cara bersalaman lain yang aman atau tidak saling menyentuh. Terakhir, jangan lupa cuci tangan pakai sabun atau dengan cairan pembersih saat sampai di tempat kerja atau saat sampai kembali di rumah.

Q : Bagaimana cara merawat anggota keluarga yang terinfeksi corona di rumah?

A : Bila ada anggota keluarga yang mengalami demam, rasa lelah atau batuk kering, cari pertolongan pada sarana kesehatan dan ikuti perintah tenaga kesehatan. Bila diminta rawat di rumah, tempatkan anggota keluarga itu di ruang terpisah yang memiliki akses ke kamar mandi. Anggota keluarga itu harus memakai masker dan menghindari kontak dengan anggota keluarga lainnya dan tidak boleh meninggalkan rumah kecuali berobat.

Meski terisolasi, kita masih dapat menunjukkan kasih sayang dan perhatian dengan tetap berkomunikasi via telepon atau WA, bantu mengerjakan tugas-tugasnya yang terbengkalai, dan menyediakan makanan untuknya. Secara teratur bersihkan permukaan benda-benda atau bagian-bagian di rumah yang sering disentuh tangan dengan disinfektan termasuk kamar mandi yang digunakan anggota keluarga yang tengah diisolasi setiap selesai digunakan.

 

Q : Dapatkah lampu ultraviolet membunuh virus corona?

A : Belum ada penelitian yang membuktikan hal tersbeut tetapi lampu UV sebaiknya tidak digunakan untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya karena radiasi UV dapat menyebabkan iritasi kulit.

sumber: WHO

 

Q : Seberapa efektif pemindai termal mendeteksi orang yang terinfeksi virus corona?

A : Pemindai termal efektif mendeteksi orang yang mengalami demam (yaitu memiliki suhu tubuh lebih tinggi dari normal), yang bisa terjadi karena infeksi.

Namun, pemindai termal tidak dapat mendeteksi orang yang terinfeksi tanpa gejala atau tidak menunjukkan demam. Ini karena dibutuhkan antara 1 dan 14 hari sebelum orang yang terinfeksi menjadi sakit dan mengalami demam.

Sumber QnA : https://www.covid19.go.id/tanya-jawab/