TurunTangan Bersama Baim Wong #BayarinKontrakan untuk Warga Terdampak COVID-19

Turun Tangan

15 Jul 2020

Pandemik COVID-19 tak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga ekonomi terutama mereka yang masuk kategori miskin dan rentan miskin. Jumlah pekerja yang dirumahkan dan PHK terus bertambah. Jelang masa new normal, jumlah pekerja yang dirumahkan dan PHK masih bertambah mesti tidak signifikan. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mencatat bahwa sampai 26 Mei 2020 sudah ada 6,4 juta pekerja terkena PHK dan dirumahkan.

Karena tak memiliki lagi penghasilan, mereka yang sekarang ini mengontrak tak bisa membayar uang sewa kontrakan/kos. Mereka dibayangi ancaman tak punya tempat lagi untuk tinggal. Belum lagi kekhawatiran bagaimana mereka melewati hari-hari ke depan.

Mencoba meringankan beban mereka, TurunTangan bekerjasama dengan Kitabisa membuat gerakan #BayarinKontrakan. Gerakan ini akan membantu membayar kontrakan/kosan warga yang terdampak selama masa pandemik ini.

Hari ini, TurunTangan dan Kitabisa berhasil menggandeng selebriti kenamaan Baim Wong dalam pelaksanaan kegiatan mereka membayar kontrakan warga yang membutuhkan di kawasan Palmerah. Berlokasi dekat dengan gedung-gedung tinggi dan megah, di balik itu semua ketika sedikit menepi maka akan dijumpai sebuah kampung. Di kampung tersebut banyak orang yang tinggal dalam rumah sepetak berukuran 2x2 meter berdinding papan kayu tipis (triplek) dan beralaskan tikar tipis bahkan kardus. Mereka jauh dari kehidupan mewah dan kini kesulitan membayar kontrakannya akibat pandemik COVID-19 yang menghentikan usaha kerja mereka. 

Muhammad Husnil, selaku pemimpin gerakan, berkata, Gerakan ini sederhana saja, ingin membuat warga tenang dalam menghadapi masa-masa krisis seperti ini. Kalau mereka dihantui was-was dan gelisah, sistem imun mereka bisa menurun dan mereka tambah rentan terpapar virus COVID-19 ini. Dengan gerakan ini kami ingin memberikan ketenangan kepada mereka dengan membuat mereka tetap memiliki tempat berteduh, minimal selama sebulan.” 

TurunTangan mendapatkan data warga dengan dua metode. Pertama melalui turun ke lapangan, dengan mengunjungi lokasi kontrakan-kontrakan di Jakarta. Kedua, dengan menyebarkan formulir. Sampai saat ini, tercatat ratusan orang yang mendaftar.

Mengingat donasi yang terkumpul saat ini belum bisa mencakup keseluruhan. Pemberian bantuan pembayaran kontrakan ini dilakukan secara bertahap. Kami memprioritaskan warga yang benar-benar membutuhkan, seperti mereka yang kehilangan penghasilan sama sekali, dan yang hampir terusir dari kontrakan, kata Husnil.

TurunTangan sendiri berencana membantu sebanyak mungkin warga yang terdampak. TurunTangan mulai bergerak pada Sabtu, 17 Mei 2020, dan akan terus bergerak selama masa pandemik ini. Galang dana masih dilakukan di laman Kitabisa.com. melalui kitabisa.com/campaign/bisaberteduh. Hingga saat ini, sudah lebih dari 20 orang yang terbantu melalui program  Bayarin Kontrakan. Program ini masih sangat membutuhkan dukungan dari semua orang untuk ikut berdonasi.

“Wah, Mas. Tadi saya dikasih kabar harus segera bayar kontrakan. Ealah, alhamdulillah sudah dibayarkan. Kami sekarang ayem, minimal sebulan ke depan ada tempat buat tinggal,” kata Nuridin, salah satu penerima manfaat. 

TurunTangan terus berharap agar mereka bisa melalui hari-hari ke depan dengan lebih tenang. Agar mereka bisa tetap sehat, tidak terkena virus, dan tetap bisa berteduh selama masa pandemik ini.