TurunTangan Kolaborasi dengan KitaBisa Membuat Gerakan #BayarinKontrakan

Turun Tangan

25 Jul 2020

Pandemi Covid-19 secara nyata berdampak pada bidang ekonomi terutama mereka yang masuk kategori miskin dan rentan miskin. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), per Juni 2020 sudah ada 6,4 juta pekerja terkena PHK dan dirumahkan akibat pandemik COVID-19. Jumlah ini gabungan dari sektor formal dan informal. Karena tak memiliki lagi penghasilan, mereka yang sekarang ini mengontrak tak bisa membayar uang sewa kontrakan/kos. Mereka dibayangi ancaman tak punya tempat lagi untuk tinggal.

Mencoba meringankan beban mereka, Gerakan TurunTangan bekerjasama dengan Kitabisa dan donatur membuat gerakan #BayarinKontrakan. Gerakan ini akan membantu membayar kontrakan/kosan warga di DKI Jakarta yang terdampak selama masa pandemik ini.

Muhammad Husnil, selaku pemimpin gerakan, berkata, “Gerakan ini sederhana saja, ingin membuat warga tenang dalam menghadapi masa-masa krisis seperti ini. Kalau mereka dihantui was-was dan gelisah, sistem imun mereka bisa menurun dan mereka tambah rentan terpapar virus COVID-19 ini. Dengan gerakan ini kami ingin memberikan ketenangan kepada mereka dengan membuat mereka tetap memiliki tempat berteduh, minimal selama sebulan.”

TurunTangan mendapatkan data warga dengan dua metode. Pertama melalui turun ke lapangan, dengan mengunjungi lokasi kontrakan-kontrakan di Jakarta. Kedua, dengan menyebarkan formulir kemudian relawan TurunTangan melakukan verifikasi ulang saat turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran data.

Azmi Kautsar, relawan TurunTangan yang menyalurkan bantuan mengatakan, “Hal yang paling menyentuh adalah saat mengunjungi penerima manfaat bayar kontrakan ini. Jujur, kami terharu ketika melihat kondisinya yang sangat memperihatinkan. Di tengah modernisasi gedung-gedung tinggi di Jakarta masih banyak rumah yang beratap seng, dinding rumah dari triplek yang tipis, dapurnya yang masih menggunakan kayu bakar, ada yang bahkan tercium aroma bangkai tikus seisi rumah. Mereka inilah yang menjadi prioritas gerakan kami.”

TurunTangan bersama KitaBisa berencana membantu sebanyak mungkin warga yang terdampak hingga 500 orang warga terdampak Covid-19. TurunTangan mulai bergerak pada Sabtu, 17 Mei 2020, dan akan terus bergerak selama masa pandemik ini.

“Kami memulai gerakan ini menjadi 3 gelombang, gelombang pertama sudah selesai saat bulan puasa kemarin, kini sudah menuju gelombang kedua. Perkiraan kami akan terus bergerak hingga bulan depan,” kata Husnil.

TurunTangan terus berharap agar mereka bisa melalui hari-hari ke depan dengan lebih tenang. Agar mereka bisa tetap sehat, tidak terkena virus, dan tetap bisa berteduh selama masa pandemik ini.