Seniman Bantu Seniman

Turun Tangan

26 Jul 2020

Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi kehidupan. Banyak orang yang kehilangan penghasilan akibat mewabahnya virus ini, tak terkecuali kelompok pekerja seni. Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Ditjen Kebudayaan, sedikitnya ada 40.081 seniman yang terdampak ekonomi akibat Covid-19 di Indonesia.

Mereka yang berprofesi sebagai pekerja seni kini tak lagi beraktivitas seperti biasanya karena adanya larangan kerumunan orang. Hal tersebut memaksa mereka tak bisa mengadakan event pertunjukan atau bahkan pelatihan seni. Karena perlombaan dan festival yang biasanya diselenggarakan kini pun tidak bisa diadakan lagi sehingga mata pencaharian mereka menghilang.

Sebagai bagian dari ekosistem dunia tari di Indonesia, seniman balet juga merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Karena itu, mereka menggalang donasi untuk membantu para pekerja seni melalui kelas balet online bernama “Masterclass: HeART for People”.

Kelas balet ini telah diselenggarakan pada 20 Juni 2020 hingga 5 Juli 2020 dan diisi oleh 8 pebalet profesional sebagai pelatih. “Sebanyak 270 peserta dari 23 negara di dunia telah belajar sekaligus berdonasi melalui kelas daring ini. Hasil donasi dari program Master Class inilah yang kami distribusikan bersama relawan TurunTangan kepada pekerja seni yang terdampak Covid-19, “ kata Mariska Febriyani selaku Co Founder dari Ballet.id.

Project kolaborasi ini bernama Seniman Bantu Seniman. Karena dilatarbelakangi oleh kegiatan donasi yang digalang oleh seniman balet yang ditujukan untuk seniman lainnya. Kegiatan ini diadakan selama dua hari yaitu pada 25 Juli 2020 hingga 26 Juli 2020. Selama dua hari tersebut, relawan TurunTangan dan Ballet.id mengunjungi langsung lima sanggar seni di DKI Jakarta. Lima sanggar tersebut antara lain Sanggar Silat Berase Petamburan, Sanggar Musik Diva Romesta, Sanggar Tari Puri Ranggapati, Sanggar Betawi Main Pukul Bandul, dan Sanggar Teater Anak Akar.

Donasi sepenuhnya diberikan kepada sanggar untuk memberikan kebermanfaatan kepada anggotanya. Sanggar akan mengelola dana yang diberikan untuk menjadi modal mereka kembali berkarya, memulai usaha bersama, maupun disalurkan kepada anggota yang membutuhkan.

Selain pemberian donasi, seniman yang sudah lama tidak unjuk gigi di panggung selama pandemi, kembali memberikan musik, tarian, nyanyian serta pertujukannya sebagai pengobat rindu mereka. Relawan dari TurunTangan mendokumentasikan pertunjukan mereka ke dalam video sebagai bentuk apresiasi tersendiri untuk pekerja seni agar tetap semangat untuk menjalani profesinya di tengah sulitnya pandemi ini.

Terkadang sebagian dari kita lupa kepada orang-orang yang terdampak seperti seniman-seniman ini. Saya berharap melalui project ini, solidaritas masyarakat bisa lebih terbangun untuk mereka yang terdampak pandemi, dan memotivasi pekerja seni untuk bangkit dan bersemangat. Karena banyak orang-orang baik yang masih peduli dengan mereka selaku pelestari kesenian Indonesia” kata Azmi Kautsar, selaku relawan TurunTangan.

Program Seniman Bantu Seniman ini adalah program lanjutan dari apresiasi pekerja seni yang dilakukan oleh TurunTangan. Sebelumnya, pada Mei 2020 TurunTangan bekerja sama dengan KitaBisa telah membagikan 1.000 paket sembako kepada pekerja seni yang terdampak pandemi di DKI Jakarta.