Sejarah Turun Tangan

Dari Masa 2013 ke Masa 2017

2013

Beberapa pegiat muda berinisiatif mendirikan Turuntangan dengan keyakinan setiap orang yang ikut telibat melunasi janji kemerdekaan. Turuntangan disiapkan menjadi platform yang menghubungkan gerakan sosial dengan masyarakat.

2014

TurunTangan mengajak orang baik untuk mau masuk ke politik, salah satunya pegiat TurunTangan mendukung Anies Baswedan dalam konvensi masyarakat juga diajak untuk berpartisipasi aktif di setiap daerah menyebarkan rekam jejak legeislative, menginisiasikan diskusi panel yang membedah program capres.

2015

TurunTangan kembali pada konsep awal sebagai platform yang menghubungkan gerakan sosial dengan masyarakat di daerah-daerah, sedangkan di yayasan melakukan inkubasi kegiatan yang akan disiapkan menjadi program. Penyebaran titik wilayah setelah event besar di tahun 2014 selesai, sebagian wilayah tidak terdengar kegiatannya kembali. Untuk menjalin komunikasi wilayah dan yayasann maka diadakan Gathering Nasional yang dilaksanakan di Yogyakarta di bulan Agustus. 

2016

Dengan memperkuat skuad di yayasan agar dapat memonitoring kegiatan di daerah dan menjalin silaturahmi mengembalikan kembali atau menghidupkan obor di daerah-daerah. Kegiatan-kegiatan yang harus terus berjalan baik sosial, pendidikan. Pada gathering nasional mulailah wilayah-wilayah merangkak dari tahun kemarin hanya 5-7 titik, namun tahun ini bertambah menjadi 14 titik, dilaksanakan di Medan pada bulan November diikuti 141 relawan.

2017-2018

Atas terjalinnya silaturahmi antar yayasan dan daerah sehingga mendapatkan informasi-informasi kegiatan mereka, terdapat daerah yang mengembangkan sayap kegiatannya di titik wilayah daerah sehingga bertambah menjadi 28 daerah, dengan berbagai program pendidikan, sosial, lingkungan, dll inkubasi program yang dilakukan oleh yayasan masih dilakukan beberapa kegiatan seperti PENA KITA, Gerakan RW Menanam, Diskusi Generasi Melek Politik, Mengembangkan Sayap Kerjasama dengan Berbagai Instansi.