Tentang Kami

Sejarah TurunTangan

Beberapa pemuda yang meyakini bahwa setiap orang perlu terlibat untuk melunasi janji kemerdekaan, berinisiatif mendirikan TurunTangan. Gerakan ini diharapkan dapat menghubungkan pegiat sosial dengan masyarakat. 

Pada tahun ini pula, TurunTangan mengajak orang baik untuk beraksi di bidang politik, salah satunya dengan mendukung Anies Baswedan dalam sebuah konvensi partai politik. Relawan TurunTangan juga menginisiasi diskusi panel yang membedah program calon-calon presiden, dan menyebarkan rekam jejak legislatif. Hal ini dimaksudkan agar lebih banyak masyarakat, utamanya anak muda, yang memahami pentingnya keterlibatan politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

TurunTangan kembali pada konsep awal sebagai platform yang menghubungkan pegiat sosial dengan masyarakat di daerah-daerah, sedangkan staf di kantor pusat melakukan inkubasi kegiatan-kegiatan yang akan disiapkan menjadi program. Untuk menjalin komunikasi dengan gerakan TurunTangan di daerah-daerah, maka diadakan Gathering Nasional pada bulan Agustus yang bertempat di Yogyakarta. 

Berbagai kegiatan di lima bidang: pendidikan, sosial kemanusiaan, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan politik semakin marak di daerah-daerah. Gathering Nasional kembali diadakan, kali ini bertempat di Medan. Diikuti oleh lebih dari 140 relawan, dan terjadi ekspansi wilayah dari yang sebelumnya berada di 5 titik menjadi 14 titik. 

Gerakan TurunTangan melebarkan sayap hingga merambah ke 28 daerah di Indonesia. Aktivitas dan program mulai diinkubasi dengan serius, hingga berdiri sendiri menjadi komunitas atau yayasan, sebagai contoh: Generasi Melek Politik. TurunTangan juga mengembangkan kerja sama dengan stakeholder eksternal demi tercapainya kolaborasi yang strategis. 

Hingga tahun 2019, Gerakan TurunTangan mencatat keikutsertaan lebih dari 53,000 orang relawan. Basisnya meluas hingga ke 63 daerah di seluruh Indonesia, dengan aktivitas yang semakin variatif. Beberapa contoh kegiatan, yaitu: Recycle House dengan membangun rumah pascabencana, Selasar Imaji  untuk meningkatkan minat baca warga rusun, dan Siram Panas sebagai sosialisasi untuk menekan angka nikah muda. Gathering Nasional 2019 diadakan di Jakarta, yang diikuti oleh 300 orang relawan.  

Banjir besar yang terjadi pada awal tahun di beberapa kota, serta merebaknya COVID-19 sejak Maret 2020 menyebabkan perubahan besar-besaran dalam aktivitas kerelawanan. Namun begitu, relawan-relawan TurunTangan tidak hanya diam: sebagian memilih mengadaptasikan kegiatannya di dunia virtual, dan sebagian tetap turun ke lapangan dengan berfokus pada isu yang mendesak. Terbukti, pandemi tidak menghentikan langkah relawan, justru semakin memotivasi untuk turun tangan!

Visi TurunTangan

Gerakan kerelawanan yang mendorong masyarakat peduli dan terlibat aktif untuk mewujudkan Indonesia yang penuh dengan pemimpin berkompeten dan berintegritas.

Misi TurunTangan

  1. Membangun basis komunitas relawan di daerah.
  2. Menginkubasi dan menyebarluaskan gerakan yang berdampak pada penyelesaian permasalahan-permasalahan lokal dan nasional.
  3. Mendorong publik untuk peduli terhadap politik.
  4. Menyiapkan pemimpin yang berkompeten dan berintegritas.
WhatsApp Image 2020-01-13 at 21.00.39

Filosofi Logo

Masalah negeri ini tidak mungkin bisa diselesaikan oleh satu orang. Kunci pergerakan Indonesia menuju ke arah yang lebih baik ada di tangan para pemuda, sehingga penting untuk memiliki hati yang peka dalam melihat, mengobservasi, dan menganalisis isu-isu sosial. Di samping itu, pemuda tidak dapat mengubah Indonesia sendirian, diperlukan kontribusi dari berbagai pihak. Sekecil apa pun sebuah aksi, jika dilakukan secara bersama-sama akan menghasilkan dampak yang luar biasa. 

Sekadar berkomentar, protes, atau mengkritisi tak akan mengubah keadaan. Orang-orang baik seperti KAMU harus terlibat langsung untuk membenahi segala aspek. Tak pernah ada waktu lain yang lebih tepat untuk menyelesaikan problematika bangsa, bergabunglah dengan TurunTangan HARI INI!

Simbol TANGAN mewakili tanda berhenti (stop/sudah cukup) dan tangan yang memulai untuk ikut terlibat dalam kerja nyata.

Simbol HATI mewakili kepedulian, ketulusan, dan kecintaan.

Simbol TurunTangan mewakili hati yang tergerak untuk berbuat demi perbaikan Indonesia.

Nilai-Nilai TurunTangan

  1. Integritas : Berpegang teguh atas ucapan dan tindakan dengan menjunjung tinggi kejujuran dan kedisiplinan.
  2. Peduli : Memiliki rasa empati yang tinggi terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan terdekat dan lingkungan terluas, Indonesia. 
  3. Kolaboratif : Terbuka untuk membangun silaturahmi, berkumpul, dan berkoordinasi dengan komunitas lain. Bekerja dan bergerak bersama dengan pendekatan kultural tanpa ada sekat komunitas. 
  4. Independen : Bergerak tanpa membawa kepentingan pihak-pihak tertentu. Aksi yang dibuat oleh relawan murni untuk kepentingan masyarakat.
  5. Komitmen : Berpegang pada komitmen adalah salah satu bentuk perwujudan dari integritas dengan menjalankan kesepakatan yang penuh tanggung jawab.
  6. Partisipatif : Setiap relawan memiliki hak dalam berpartisipasi dan berkontribusi dalam setiap kegiatan yang direncanakan atau sedang dilakukan.
  7. Nasionalisme : Rasa cinta kepada nusantara adalah sebuah nilai penting bahwa relawan bergerak bukan atas dasar kepentingan pribadi, tetapi kepentingan bangsa dan negara. 
  8. Bergerak Bersama : Relawan bergerak sebagai satu unit kesatuan, tidak terpecah ataupun bergerak sendiri-sendiri. 

Personel TurunTangan

Muhammad Chozin
(Ketua Yayasan)

Herry Dharmawan
(Sekretaris Yayasan)

Primadita Rahma Ekida
(Direktuar Eksekutif)

Rumah Relawan TurunTangan

Rumah Relawan TurunTangan